RamadhanBerbagi Berkah Tebar Nasi Kotak Untuk Kuam Dhuafa Depok Bersama ICG Foundation dan Mahasiswa Universitas Pamulang by Deni 12/04/2022 14/04/2022 Musibah covid 19 yang melanda hampir 3 tahun terakhir, tentu sangat berefek pada perekonomian warga masyarakat depok. MenteriLuar Negeri (Menlu) Retno LP Marsudi menyatakan bahwa Indonesia terus melakukan diplomasi kemanusiaan untuk berkontribusi dalam mencapai ANTARA News jateng nasional Beramal dapat dilakukan dalam berbagai bentuk, misalnya uang, tenaga, waktu dan pikiran. Siapkah Anda untuk beramal? Dalammemainkan peran politiknya, Indonesia sebagai negara kekuatan menengah memiliki ruang untuk melakukan manuver-manuver saat menghadapi negara besar.Hal itu dikarenakan Indonesia merupakan negara yang memiliki potensi besar dari sejumlah aspek, antara lain geografi, penduduk, ekonomi dan militer. Dalampercaturan internasional, Indonesia semakin mengukuhkan perannya untuk membawa perubahan dunia ke arah yang lebih baik dengan mengedepankan perdamaian, KepribadianMuhammadiyah itu merupakan karakter Muhammadiyah yang khas, yang mengandung sepuluh sifat Muhammadiyah yaitu: (1) Beramal dan berjuang untuk perdamaian dan kesejahteraan; (2) Memperbanyak kawan dan mengamalkan ukhuwah Islamiyah; (3) Lapang dada, luas pandangan, dengan memegang teguh ajaran Islam; (4) Bersifat keagamaan dan oog7k6. Jakarta - Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani menghadiri konsolidasi politik bersama pengurus ranting, PAC, dan DPC Gerindra se-Kabupaten Grobogan dan Kabupten Blora, Jawa Tengah, Jumat 9/6. Dalam sambutannya Muzani meminta seluruh pengurus mulai dari ranting, PAC, hingga DPC terus melakukan konsolidasi untuk memenangkan Prabowo Subianto sebagai presiden di Pemilu 2024. Airlangga Tak Mungkin Jadi Cawapres Ganjar, Lebih Cocok ke Prabowo Erick Thohir Lebih Ada Peluang Duet dengan Prabowo Airlangga soal Peluang Golkar Dukung Prabowo dan Bentuk Koalisi Permanen Tunggu Tanggal Mainnya Muzani menjelaskan, konsolidasi yang dimaksud adalah mensosialisasikan apa yang menjadi tujuan politik apabila Gerindra dan Prabowo menang di pemilu nantinya. Salah satunya tentang kehendak politik Prabowo untuk menjadi tokoh yang bisa menyatukan rakyat. "Turun temui rakyat. Yakinkan rakyat dengan spanduk, dengan dialog, dengarkan keluh kesah mereka. Sampaikan bahwa kekuasaan yang akan digunakan Prabowo apabila diberi kesempatan memimpin Indonesia itu diperuntukan untuk menyatukan rakyat, membela kepentingan rakyat, membela rakyat kecil, membela petani, nelayan, buruh, dan pedagang," ujar Muzani. "Tidak ada gunanya Prabowo presiden jika tidak ada persatuan. Yang pengurus ranting harus bekerja ditingkat desa dan seterusnya. Harus pastikan desa kita, kampung kita, kecamatan kita, kabupaten, kota, hingga provinsi itu Prabowo menang. Harus ada strategi, dilihat, dan dipetakan," kata Muzani. Muzani juga menyarankan agar setiap kader Gerindra gencar mengkampanyekan Prabowo. Karena saat ini smartphone menjadi salah satu alat kampanye yang strategis di media sosial. Karena ada beberapa pemimpin di dunia yang berhasil memenangkan pemilu melalui konten-konten yang masif di internet. "Maka saya minta Ibu Bapak para pengurus ranting, PAC, DPC gunakan lah smartphone mu untuk meyakinkan rakyat. Sebarkan informasi sebanyak-banyaknya tentang Prabowo, Gerindra dan kegiatan-kegiatannya," jelas Muzani. BAB IV MEMERJUANGKAN PERDAMAIAN DAN PERSAUDARAAN SEJATI Kerinduan Manusia pada Perdamaian Manusia senantiasa membutuhkan ketenangan hidup perdamaian yang memungkinkannya mengembangkan dirinya dengan lebih humanis manusiawi dalam persaudaraan sejati. Mewujudkan perdamaian memerlukan kesadaran, pengakuan dan perhormatan terhadap martabat dan hak dasariah manusia. Dengan demikian, perhormatan terhadap martabat dan hak dasariah orang lain merupakan dasar untuk mewujudkan perdamaian sejati karena setiap orang diciptakan menurut Gambar/Rupa/Citra Allah sendiri. Pandangan Kitab Suci tentang Perdamaian Perjanjian Lama Kata Shalom mengacu pada beberapa arti Sehat jasmani dan kesejahteraan keluarga karena merupakan berkat daari Allah bagi seseorang dan keluarganya. Tuhan Sertamu merupakan salam yang umum dalam perjanjian Lama yang berarti pengharapan supaya manusia memperoleh kebaikan dalam hidup, ketiadaan cacat-cela keadilan dan damai secara rohani aman dan berada dalam rumah Tuhan sebagaimana dilukiskan oleh Nabi Yesaya “Ia akan menjadi hakim antara bangsa-bangsa dan akan menjadi wasit bagi banyak suku bangsa; maka mereka akan menempa pedang-pedangnya menjadi mata bajak dan tombak-tombaknya menjadi pisau pemangkas; bangsa tidak akan lagi mengangkat pedang terhadap bangsa, dan mereka tidak akan lagi belajar perang.” Yesaya 2 4 Ajaran Yesus dalam Perjanjian Baru Pada zaman Yesus, orang Yahudi mengharapkan damai secara politis yakni dibebaskannya bangsa Israel dari penjajahan. Namun Yesus tidak terjebak dalam konsep sempit perdamaian a la orang israel. Damai bagi Yesus lebih luas dan dalam yaitu damai batiniah yang sepenuhnya berakarndalam kebenaran di dalam diri Yesus. Damai berarti ketenangan hati karena orang memiliki hubungan yang bersih dengan Tuhan, sesama dan dunia, damai sejahtera yang menampakkan Kerajaan Allah. Bagi Yesus, damai juga bukan berarti tiadanya derita tetapi sebaliknya damai harus diuji dengan derita sebagaimana telah ditunjukkan oleh Yesus sendiri dengan rela wafat di salib. Ajaran Gereja Gereja melanjutkan ajaran Yesus yaitu tidak sebatas damai secara fisik melainkan secara batiniah di mana manusia mengupayakan situasi damai sejahtera dalam dirinya. Perdamaian tercipta bila setiap orang mampu mengendalikan setiap nafsunya dan menghormati hak dan martabat sesamanya dan dibangun atas dasar semangat cinta kasih. Kesejahteraan dapat dirasakan bila manusia mampu membangun hubungan atau relasi yang harmonis baik dengan Tuhan, sesama, alam semesta maupun diri sendiri. Upaya Memerjuangkan Perdamaian dan Persaudaraan Sejati Perjuangan Gereja Gereja senantiasa menyerukan kepada setiap orang untuk meneladani pribadi Yesus yang senantiasa menghidupi dan mengajarkan perdamaian. Gerakan mewujudkan perdamaian hendaknya merupakan gerakan moral yang melibatkan semakin banyak orang dan menerobos sekat-sekat primordialisme seperti kesukuan, agama dan ras. Gerakan moral inipun hendaknya dimulai dari masyarakat bawah atau akar rumput. Gerakan moral juga perlu dibudayakan mulai dari diri sendiri Perjuangan Mahatma Ghandi Ghandi merupakan sosok pemimpin gerakan moral dan spiritual yang sangat terkenal dan patut diteladani. Dua mantra ampuh yang ditelorkannya adalah Ahimsa dan Satyagraha. Ahimsa Merupakan falsafah anti kekerasan Satyagraha Merupakan aksi atau perjuangan yang tidak memergunakan kekuasaan Keduanya bersumber pada rasa hormat terhadap kesucian serta kesadaran bahwa cinta kasih merupakan hukum perikehidupan manusia. Ghandi sendiri menegaskan bahwa “Seandainya cinta kasih atau anti kekerasan bukan merupakan hukum perikehidupan kita, maka seluruh dunia akan hancur berkeping-keping.” “Kamu semua harus siap menghadapi maut, tetapi kamu sendiri tidak boleh membunuh. Anggaplah musuhmu sebagai saudaramu yang bodoh. Kita hanya memenangkan perjuangan jika kita dapat membunuh rasa benci dalam hati sanubari muduh kita.” Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Bagaimana Perdamaian Abadi Dan Keadilan Sosial Dapat Diciptakan?; Indonesia adalah negara didikan atas Ide Republik [Res Publica] dimana salah satu hal penting adalah tentang perdamaian dunia telah diamanatkan dalam Pembukaan UUD 1945 alinea keempat. Salah satu tujuan nasional ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan bunyi Pembukaan UUD 1945 alinea 4 selengkapnya dikutip adalah Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu Pemerintah Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disusun lah Kemerdekaan Kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-Undang Dasar Negara Indonesia yang terbentuk dalam suatu susunan Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat yang berdasar kepada Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab, Persatuan Indonesia dan Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu Keadilan sosial bagi seluruh rakyat "Perdamaian" adalah konsep tentang keadaan ideal terkait kebahagiaan, kebebasan, dan kedamaian antara semua orang. Untuk mewujudkannya diperlulan tata hukum internasional dan kebijakan negara yang kondusif, kerja sama antar bangsa, dan antar warga negara serta menghindarkan konflik kekerasan dan perang antar mereka,"Apa dasar hukum yang harus dimilikinya jika melihat isi aliena Pembukaan UUD 1945? Bagaimana Anda menegakkan hukum internasional dan memastikan kedaulatan semua negara? Risalah perdamaian gagasan filsuf Kant On Perpetual Peace benar-benar revolusioner sebelum itu tidak ada negara perdamaian resmi, hanya serangkaian perjanjian gencatan senjata. Filsuf Immanuel Kant mengakui keadaan alami umat manusia adalah perang dan perdamaian harus secara aktif diwujudkan dan dijamin. Dalam risalahnya, ia menetapkan larangan dan perintah dalam beberapa pasal hukum yang dimaksudkan untuk mencapai tujuan ini. Tidak sampai sekitar 100 tahun kemudian sebuah organisasi berdasarkan ide Kant diciptakan Liga Bangsa-Bangsa, yang digantikan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa setelah Perang Dunia Kedua. Risalah Kant sangat penting bagi filsafat hukum dan gerakan perdamaian. Pada teks Perpetual Peace Immanuel Kant menerapkan filosofi moralnya pada politik. Kant menerbitkan risalah perdamaiannya pada September 1795, tak lama setelah perdamaian Basel yang terpisah antara Prusia dan Prancis. Dalam bentuk perjanjian, itu meletakkan kondisi untuk perdamaian abadi. Alih-alih gencatan senjata, perdamaian sejati harus dicapai, yang tidak mencakup persiapan apa pun untuk perang lain. Negara tidak boleh diberikan dan diwarisi seperti hal-hal; tentara tetap harus dihapuskan. Tidak ada negara yang boleh ikut campur dalam pemerintahan negara lain atau meminjam dari mereka untuk peti perangnya. Metode perang yang tidak terhormat pembunuhan, pengkhianatan, spionase, dll. harus dihindari jika tidak, ada risiko metode tersebut akan digunakan di masa damai. Sebuah perdamaian abadi hanya dapat dibangun melalui aliansi perdamaian antara negara-negara republik tercerahkan. Anggota suatu bangsa harus dijamin "hak untuk mengunjungi" wilayah orang lain. Kant takut akan sensor Prusia, jadi Kant mengucapkannya dengan hati-hati dan tidak menerbitkan risalah perdamaian di tengah perang koalisi. Akhirnya Reaksi internasional sangat sensasional Perdamaian Abadi harus dicetak ulang dan diterjemahkan dengan cepat dan berulang kali. Dan ide Kant dimasukkan dalam Piagam ada perjanjian damai yang layak disebut jika itu dilakukan hanya untuk diam-diam merencanakan perang baru. Dalam kasus seperti itu, seseorang tidak dapat berbicara tentang perdamaian, hanya tentang gencatan senjata. Perdamaian berarti penghentian semua permusuhan. Istilah "perdamaian abadi" secara tegas merupakan pleonasme mengungkapkan fakta setiap perdamaian harus dibuat dengan sungguh-sungguh tanpa syarat. Bahkan setelah waktu yang lama tanpa pertempuran, seseorang seharusnya tidak dapat menyebutkan alasan perang sebelumnya lagi; baik sebagai bupati, gubernur, menteri, perdana meterei, presiden. Perdamaian bukanlah keadaan alami di antara manusia. Sekalipun permusuhan mungkin tidak segera meletus, selalu ada risiko permusuhan akan berkembang. Tidak peduli seberapa besar atau kecil suatu negara Itu tidak boleh diperoleh oleh negara lain mana pun melalui pertukaran, pembelian, sumbangan atau warisan. Negara bukan milik. Mereka terdiri dari sekelompok orang, sebuah masyarakat yang tidak dapat dilewati seperti kargo umum acak. Itu berarti memperbaharui negara dan memutuskan akar-akar masyarakat yang tinggal di sana. Negara memiliki kedaulatan dan mewakili "manusia bermoral." Sejarah Eropa menunjukkan keluhan apa yang dapat muncul ketika negara "menikah" dan penentuan nasib sendiri mereka ditukar melalui aliansi keluarga. Pasukan tidak boleh dipinjamkan ke negara lain kecuali ada musuh bersama. Demi perdamaian, seharusnya tidak ada lagi tentara bersenjata permanen. Ini memprovokasi negara-negara lain untuk mempersenjatai diri, karena mereka melihat agresor potensial. Hasilnya bisa menjadi perlombaan senjata. Cepat atau lambat biaya persenjataan akan menjadi sangat tinggi sehingga perang agresif tampaknya tak terelakkan. Situasinya berbeda dengan latihan militer reguler untuk seluruh penduduk ini berfungsi dengan cara yang berarti untuk mempertahankan tanah air dan diperbolehkan. Ada tiga kekuatan di negara bagian kekuatan tentara, kekuatan federal dan kekuatan uang. Jika salah satu dari mereka menjadi terlalu besar, itu menimbulkan kecurigaan negara-negara lain, yang takut akan perang agresif. Kekuatan uang adalah yang paling berbahaya karena ukurannya sulit dipastikan dari apa-apa bagi pemerintah untuk meminjam dari luar. Tapi ini seharusnya hanya melayani ekonomi negara, yaitu menimbun, mengembangkan negara, membangun pemukiman baru, dll. Siapa pun yang memiliki hutang untuk persenjataan militer merencanakan perang terlebih dahulu. Karena jika pinjaman terus bertambah besar dan pembayarannya menjadi semakin sulit, negara biasanya tidak punya pilihan selain menyerang negara pemberi pinjaman dan dengan kejam "melunasi" utangnya. Sayangnya, sudah menjadi sifat manusia untuk melakukan ini, terutama dalam hal mempertahankan kekuasaan. Oleh karena itu, rintangan besar dalam perjalanan menuju perdamaian abadi ini harus disingkirkan oleh hukum dalam segala ada campur tangan negara ada alasan mengapa satu negara harus melanggar kedaulatan negara lain, bahkan ketika negara tersebut terpecah oleh perselisihan internal dan perang saudara terjadi kemudian. Selama perjuangan internal belum diputuskan, tidak ada negara lain yang boleh ikut campur dalam konflik ini. Ini akan mengancam negara-negara lain, karena secara fundamental akan mempertanyakan otonomi mereka. 1 2 Lihat Kebijakan Selengkapnya Peringatan Hari Penjaga Perdamaian PBB di Indonesia menggarisbawahi kekuatan kemitraan untuk perdamaian dan pembangunan yang lebih dari tujuh dekade, upaya penjaga perdamaian PBB telah menyelamatkan banyak nyawa dan mendukung perdamaian dan stabilitas di banyak negara. Hari Internasional Penjaga Perdamaian PBB diperingati setiap tanggal 29 Mei dan memberikan penghormatan atas pekerjaan tak ternilai dari penjaga perdamaian dan menghormati nyawa yang hilang karena mengabdi di bawah bendera PBB. Tema peringatan tahun ini adalah adalah "Manusia. Perdamaian. Kemajuan. Kekuatan Kemitraan." Upaya dan misi penjaga perdamaian PBB untuk mengakhiri konflik dan mengamankan solusi politik yang langgeng tidak dapat sepenuhnya berhasil tanpa dukungan mitra. Baik dukungan dari Negara Anggota PBB, organisasi non-pemerintah, masyarakat sipil, badan-badan PBB, atau pihak lain, kemitraan sangat penting untuk membawa perbaikan nyata di bidang-bidang penting, seperti pembangunan ekonomi, supremasi hukum, hak-hak perempuan, hak asasi manusia, kesehatan dan pendidikan. Sejak misi penjaga perdamaian pertama pada tahun 1948, lebih dari 1 juta perempuan dan laki-laki telah bertugas di 72 operasi penjaga perdamaian PBB, yang secara langsung berdampak pada kehidupan jutaan orang dan menyelamatkan banyak nyawa. Hari ini, Penjaga Perdamaian PBB mengerahkan lebih dari personel militer, polisi, dan sipil dalam 12 operasi. Untuk memperingati peristiwa penting ini, PBB di Indonesia dan UN Women menyelenggarakan kampanye media sosial yang menanyakan mitra kami tentang bagaimana kemitraan membantu mereka untuk memajukan perdamaian dan meningkatkan kehidupan di komunitas yang mereka layani. Pada tanggal 29 Mei, kami menampilkan kartu kutipan dari Menteri Luar Negeri Indonesia, Kepala Perwakilan PBB di Indonesia, dan Perwakilan UN Women Indonesia tentang peran kemitraan dalam mewujudkan perdamaian berkelanjutan dan upaya kolektif di balik upaya pemeliharaan perdamaian. “Menjadi salah satu dari ribuan penjaga perdamaian yang melayani di seluruh dunia adalah kebanggaan yang tak ternilai untuk memperjuangkan hak hidup damai bagi setiap manusia di Bumi" - Ni Kadek Tia Cahaya Sari, seorang penjaga perdamaian yang saat ini menjalankan misi UNIFIL di Lebanon Selatan Selain itu, delapan pasukan penjaga perdamaian Indonesia juga berbagi pengalaman mereka tentang misi dan bagaimana mitra berkontribusi dalam pekerjaan mereka dalam menjaga perdamaian, mencapai kesetaraan gender, dan meningkatkan komunitas lokal. Kampanye satu hari ini menghasilkan lebih dari tayangan di media sosial dan keterlibatan engagement. Keterlibatan media sosial yang terkenal termasuk akun resmi UN Peacekeeping, Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian Tentara Militer Indonesia PMPP TNI, dan Duta Besar Indonesia untuk Swedia & Latvia. Baca tanggapan lainnya terhadap kampanye Hari Penjaga Perdamaian di linimasa Twitter UNinIndonesia di sini. – Tujuan utama resolusi konflik adalah terciptanya perdamaian. Pada dasarnnya, tidak ada manusia yang ingin terlibat terus di dalam konflik. Setiap manusia pastinya menginginkan terciptanya perdamaian. Dilansir dari buku Kajian Konflik dan Perdamian 2015 karya Anak Agung dan Nabilla Sabban, perdamaian adalah suatu kondisi di mana masyarakat bisa hidup secara berdampingan, meskipun masyarakat tersebut mempunyai konsep perdamaian, tidak bisa dilepaskan dari kontribusi pemikiran tokoh studi perdamaian dan konflik, yaitu Johan Galtung. Baca juga Resolusi Konflik Definisi dan Metodenya Dalam artikel jurnal Memahami Studi Perdamaian Sebagai Bagian dari Ilmu Hubungan Internasional 2019 karya M. Prakoso Aji dan Jerry Indrawan, dijelaskan bahwa menurut Galtung kondisi damai adalah kondisi tanpa kekerasan yang bukan hanya bersifat personal atau langsung tetapi juga bersifat struktural atau tidak itu, Galtung juga menjelaskan bahwa kondisi damai adalah kondisi tanpa kekerasan dan ketidakadilan sosial di dalam masyarakat. Jenis-jenis perdamaian Dalam buku Pengantar Sosiologi Konflik 2009 karya Novri Susan, dijelaskan dua jenis perdamaian menurut Johan Galtung, yaitu Perdamaian positif Perdamaian positif adalah terpenuhinya rasa aman dan keadilan ekonomi dari sistem yang berlaku, sampai terhapusnya diskriminasi ras, etnis, dan agama oleh struktur sosial. Perdamaian positif bisa tercipta ketika ada perangkat penyelesaian konflik yang demokratis dan non-koersif, adanya keadilan sosial, dan adanya pembagian politik yang luas. Baca juga Mediasi Sebagai Bentuk Usaha Resolusi Konflik

beramal dan berjuang untuk perdamaian dan kesejahteraan merupakan