PERHATIKANPUISI BERIKUT Ombak memecah di tepi pantai Angin berhembus .. Puncak kelapa melambai-lambai Di ruang angkasa awan bergelut Kata yang tepat untuk melengkapi . Bahasa Indonesia
Lalumenyimpannya di dalam ombak. Tetapi percayalah. Cintaku akan tetap indah seperti pantai. 4. Puisi Tentang Pantai Dan Nelayan. Puisi tentang pantai dan nelayan biasanya dibuat oleh pujangga-pujangga idealis. Karena kata-kata indah ini muncul setelah melihat kehidupan nelayan yang sejatinya tidak seindah pantai dan lautnya.
Puisi Kini ombak menabrak bulat hempasannya menjulang marah terjang bibir pantai. Dan akan terus disitu memecahkan amarahnya. Kini pantai kian menipis terkikis ombak lepas yang semakin ganas. Angin barat kencang panjang telah bercinta dengan ombak membara tegas. Dan akan menikah di tipis bibir pantai. Yang hanya bisa pasrah.
Geloralaut perlahan menenggelamkan marahari, hingga memercikkan warna jingga yang menyelimuti kulit lagit. Adalah kita yang sedang di tepi pantai, te
Yangsedang berlarian di tepi pantai Pasir mulai berterbangan Matahari mulai menghilang Angin mulai bertiup kencang Tak terasa hari sudah petang ===== Burung camar bermain riang. Diatas batas ruang gelombang. Ku berjalan di tepi pantai. Nikmati alam yang permai. Sinar mentari ramah menyapa. Desir angin lembut menerpa. Hadirkan getaran-getaran rasa. Hinggap dihati sejukan jiwa. Oh, indahnya pantai.
KBRN BALIKPAPAN - Pengunjung Pantai Kilang Mandiri mendadak panik. Bagaimana tidak, seorang lansia terlihat meminta tolong lantaran terseret ombak pada Sabtu (6/8/2022) sekira pukul 06.30 wita. Naas, nyawa korban tidak tertolong dan kini telah dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara. Belakangan
ATre1. Ilustrasi Puisi tentang Pantai untuk Tenangkan Diri. Foto Unsplash/Sean tentang Pantai untuk Tenangkan DiriIlustrasi Puisi tentang Pantai untuk Tenangkan Diri. Foto Unsplash/frank datang menerjang ke pantai kelabu yang cemberutKuat dan kuat, ia bernapas dan mengaumMengalir dan membelai setiap butir pasirPelukan hangat antara laut dan daratJauh di atas, seekor burung camar membubung tinggiSayap kemurnian itu menyebar untuk terbangBerjuang tinggi melawan awan gelapDalam angin yang bertiup kencang, terbang anggun dan banggaDi bawahnya, pasirnya lembut dan hangatDipahat oleh alam, melewati badaiPertempuran penuh gairah antara ketenangan dan kemarahanAwal babak baru, jangan membalik halaman terakhirAku mendengarkan lagi deburan ombak yang berbisikMusik alam yang menenangkan dan beraniKekuatannya tidak diketahui, keheningannya liarMisterius dan magis, klaim bumi harta karunMatahari dan pasir berjalan beriringanSuara ombak konstanAda bau asin di udaraLaut terlihat melalui kabutOrang tua membawa anak-anak merekaDan melihat mereka bermain di pasirMereka membantu melompati ombakDengan berpegangan tangan kecilPara remaja memancarkan vitalitas dan kemudaanMereka tahu bahwa mereka sudah dewasaMereka melangkah dan berjingkrak dan menari-nariSeolah-olah mereka berada di atas panggungJika seseorang beruntungSambil melihat ke lautMereka mungkin melihat beberapa lumba-lumbaBerenang dengan anggunTaburkan, remas di antara jari-jari kakikuBau laut ke hidungkuAku bisa merasakan setiap butir pasirjatuh dari udara ke tangankuKerang yang kutemukan di sepanjang pantaiDiambil oleh burung-burung yang terbang dan membubungMereka berkilau seperti ombak lautanDan membawa pasir dari semua danauAku berjalan menyusuri ujung lautDi situlah jejak kakiku meninggalkan bekasAku berjalan sampai ke ujung negeriNegeri yang menyimpan pasir indah iniSaat aku berbaring di pasirDan melihat ke langitaku bisa melihat matahari bersinar seperti berlian di ketinggianDeru ombak menyapu tanpa henti di pantaiIni adalah sensasi musim panas yang aku kagumiTidak ada yang bisa menggantikan momen iniLupakan semua beban pikiran sehingga pikiranku bebasSaat semua masalahku mulai terasa menjauhaku masuk lebih dalam ke air yang deras, membiarkan ombak mengendalikanIni adalah sensasi musim panas yang aku kagumiMercusuar dan kerangSepanjang pantai asinBisikan anginMembawa layang-layang terbang bersama burungPeselancar mengendarai ombakSeperti anak kecil dengan sepeda baruSementara istana dibangun untuk rajaTunggu air pasangSepanjang garis pantai tak berujungKami akan menonton perahusungguh keindahanmu sangatlah menakjubkan
Pantai memang sangat indah. selalu ada inspirasi di dalamnya. bagi para penulis penyair maupun orang-orang yang sedang ingin duduk sebentar melepas lelah. Aku ingin menulis sebuah puisi tentang pantai yang indah tentang lautnya tentang suaranya maupun kemerduannya. Begitu juga dengan semilir angin. Yang sepoi-sepoi terus-menerus menerpa wajahku. Dan di pagi yang cerah ini aku ingin Tuliskan lagi sebuah puisi tentang pantai, lautnya, ombaknya, dan tentunya tentang kamu yang ada di sana. Seperti kamu selalu memberi inspirasi. Inspirasi itu dari deburan ombak. Marilah kita pergi ke pantai. lalu membuat puisi yang indah. lalu kau berikan padaku sebagaimana engkau berikan ombak rindu ini. Daftar Isi Puisi pantai Pangandaran puisi pendek pantai Puisi pantai 4 bait puisi pantai 2 bait Puisi pantai ku puisi pantai dan aku Ombak datang bergulung-gulung seperti memiliki kaki yang begitu indah aku duduk sambil termenung menyaksikan semesta. pantai yang indah Dimanakah kutemukan lagi sebuah keindahan seperti keindahan yang kau miliki deburanmu menyentuh kaki ku Ombakmu membuat aku terpaku aku duduk terpesona dengan segala yang kau berikan badak. 2. Ke Pantai Aku Terkesima Ada buih-buih yang putih terbawa ombak yang bergulung membuat hatiku yang perih kembali tertawa dan tersenyum. ke pantai itu aku Terkesima dengan deburan ombak teramat indah. di pantai itu aku terpesona dengan gulungan gelombang di tengah-tengah lautan. Oh betapa indahnya Oh betapa indahnya ke pantai aku Terkesima membuat air mataku jatuh Menetes Membasahi Pipiku Semoga Tuhan yang maha kuasa melembutkan hati dan jiwa saat aku terpesona dengan keindahan semesta Raya. Semoga Tuhan berikan aku hidup untuk selalu bersyukur kepadanya atas segala keindahan ini dan nanti mungkin kucari kucari. 3. Ombak Bergulung aku datang kepada pantai di waktu senja yang mulai memerah Menikmati sajian alam yang tiada bandingannya. kudengar suaranya berdebur gelombang menjadi hancur di bibir pantai iapun melebur. kulepaskan pandanganku Jauh ke Ujung lautan Betapa luas alam semesta ombak bergulung gulung berlarian dari tengah lautan sedangkan camar bersahut-sahutan Terbang diantara perahu nelayan lalu hinggap sebentar di tiang-tiang. 4. Di tepi pantai Kalau ada waktu yang sangat indah tentunya di pantai dikala senja kubiarkan badan terus rebah Melepaskan segala lelah. mendengar suara deburan ombak jiwa yang lelah tidur nyenyak Aku dengar nyanyian alam sungguh indah sangat menawan Jika duduk ditepi pantai Pikiran penat menjadi santai menyatukan diri dengan semesta menjadikan bahagia segenap jiwa sungguh aku jatuh cinta pada pantai yang begitu indah pada semilir angin nya juga aroma yang tiada Bisa kulupakan. 2. Puisi pantai Pangandaran Pantai Pangandaran adalah pantai yang sangat. pantai ini menjadi wisata. Banyak Sekali orang yang berkunjung kepadanya. tentu saja karena lautnya yang sangat indah. laut nya begitu. hasilnya juga putih. banyak orang yang membuat puisi yang indah tentang pantai Pangandaran ini. Puisi diciptakan ketika matahari terbit atau tenggelam. Di sanalah terlihat segela keindahan laut Pangandaran. Pangandaran Gemerecak ombak mulai terdengar Ketika kaki ku turun ke pantai Pangandaran memang indah membuat rindu di dalam jiwa. Lihatlah ombaknya yang begitu kecil Kelak datang menjadi besar Lalu dia memecah di ujung pantai. Pangandaran sangatlah indah sebab pasirnya begitu putih Ombaknya begitu menawan Lautnya begitu biru. Puisi Tentang Alam Alam Indonesia amatlah indah. Banyak sekali puisi tentangnya. Kumpulan puisi tentang alam begitu banyak. Baca di Puisi Tentang Alam. Di Pantai Pangandaran Jika pergi ke Pangandaran saat aku duduk di atas pasir segalanya tampak menawan Ombak batu perahu nelayan. Ombak datang perlahan-lahan di bibir pantai ia berdebur Terkadang menyentuh perahu nelayan di batu karang dia berhambur. semua Insan terpesona dengan keindahan yang dia punya indahnya tiada duanya tempat Insan berwisata. Sore Di Pangandaran Sore itu, duduk di tepi pantai bersama angin sepoi-sepoi membawa segala Lelah ku ke tengah lautan segalanya begitu indah Namun namun tak bisa ku ungkapkan pada puisi ataupun sebuah syair angin telah benar-benar paham bagaimana melepaskan penat setelah ombak juga begitu mengerti tentang perasaan yang mungkin ada di hati aku bersyukur keindahan ini benar-benar terasa kan duduk di tepi Pangandaran sambil menyaksikan sang surya tenggelam. Pantai Pangandaran merupakan sebuah objek wisata andalan Kabupaten Pangandaran, pemekaran dari Kabupaten Ciamis. Pantai Pangandaran terletak di Tenggara Jawa Barat tepatnya di desa Pangandaran, tangan Pangandaran, Kabupaten Pangandaran, Provinsi Jawa Barat. PUISI PANTAI 4 BAIT Kita masing-masing punya kapal untuk dilayarkan. dan masing-masing mempunyai ombak yang harus di terjang.. Begitu juga dengan gelombang yang tak mungkin kau hindari. semua itu adalah ujian kehidupan. mungkin saja sebagian kita mampu. atau sebagian sengaja menenggelamkan dalam lautan Nestapa. dan jika kita mampu melewatinya, maka bahagia sudah menanti disana. Kuingin Aku ingin seperti ombak yang selalu Bertahan di tepi lautan juga pantai. Aku ingin seperti batu karang Yang tidak pernah menyerah walaupun badai terus menghantam Dia diam di dalam tenang. Aku ingin seperti lautan yang jiwanya begitu luas mampu menampung bahtera menghantarkan mereka ke tujuannya. Aku ingin seperti nelayan yang sanggup menerjang badai dengan perahu kecil bernama sampan tak pernah tak pernah takut ataupun tak pernah nggak takut karam. Puisi modern agak berbeda dengan puisi lama. tidak pernah terikat dengan bait maupun bais. puisi modern ditulis lebih bebas daripada puisi lama. Akan tetapi sekarang kita belajar bagaimana menulis puisi sebanyak 4 bait puisi pantai 4 bait ini merupakan puisi yang ditulis dengan tata cara puisi lama. Kita kita belajar menulis bagaimana membuat rima pada ujungnya. Puisi pantai dengan ombak laut yang begitu serasi. hidup ini hidup ini seperti ombak di laut ada waktu untuk berdamai ada waktu untuk bergelombang ada waktu untuk bergemuruh ada waktu untuk pecah di karang Hidup ini bagaikan Perahu yang ada di tepi pantai Ada waktu untuk berangkat ada waktu untuk bersantai Hidup ini bagaikan lautan ada waktu untuk tenang ada waktu untuk membadai ada waktu untuk surut ada waktu untuk pasang hidup ini seperti Samudra mana semua bahtera Akan pergi menuju tujuannya. Pantai Dalam 4 Bait Puisi Saat mulai resah Aku Hanya berdiam memandang lautan duduk di batu karang. air laut Begitu datang buih buihnya diantara ombak Debar berdebur Menghempaskan diri Aku ingin seperti ombak yang mampu menenangkan sekaligus menghapus Kenangan ada angin yang berhembus memberi nafas kesejukan ada pasir yang terus Terukir walau kemudian di gunung Ke lautan. Kuukir Namamu Kalah itu ku ukir namamu dan Namaku pada pasir yang begitu lembut dan pantai yang ber gontai. lalu ombak laut dan menghapusnya merengkuh nya diam diam membawanya ke dalam jauh tak pernah ku saksikan berlabuh pada teriknya senja terdampar pada Karang Terpeluk pada kegelapan malam jam tapi tentang pantai ia akan selalu indah Walau kita tak pernah bercerita dia tetap setia. Puisi Pantai 4 Bait Ketika angin bersemilir Insan duduk terpekur di ujung ombak pecah hampir suaranya terdengar berdebur debur ketika ombak datang menghantam Perahu nelayan telah bersandar tak lama lagi langit akan hitam Indah senja terasa hambar tapi tentang pantai itu ia akan tetap begitu anginnya tetap merambat ombaknya tetap bersahabat. mereka selalu setia menemani umat manusia memberikan kekayaan di dalamnya menyajikan keindahan di atasnya. PUISI PANTAI 2 BAIT Aku masih ingin menulis lagi sebuah puisi tentang pantai yang indah, walaupun hanya dua bait biarlah Ia tetap tertulis. Aku ingin tetap ke pantai titik melemparkan waktu diperlukan laut. atau hanyut terbawa arus. Aku ingin tetap ke pantai. melemparkan segala spiku. menikmati senja yang selalu datang. atau menerima kabar dari Angin Malam. pantai ini selalu indah. walaupun kehidupan kadang suram. seperti pekatnya malam, Terganti cahaya ketika pagi datang. udah inilah puisi pendek tentang Pantai yang indah. walau hanya dua bait, kutulis lagi tanpa jenuh. ada pantai Ada aku aku ada sunyi ada sepi. laut bergemuruh pantai tak mengeluh sampai senja datang dia memberi harapan Senja, Pantai, Aku Kalau senja telah tiba dan pantai bergemuruh kubiarkan segala rasa Oleh ombak dia tersentuh Pantai ini sangat indah ingin kau buat Madah bukan syair para pujangga hanya puisi Sekedar Saja. Bermain Di Pasir Putih Putih pasir datang merayu untuk bermain bersama ku debur ombak begitu menggoda mengajakku bersamanya. ingin ku lihat batu karang Mengajakku bersenang-senang sambil mendengarkan nyanyian alam jemari bermain di pasir dan Karang. Membadai Kalau ombak datang membadai ia akan membawa angin takut semua orang di pantai hati mereka menjadi dingin. Jika laut sudah murka Bagaimana perahu berlayar berdiam diri sampai senja Sampai Datang waktu malam. Puisi Pantaiku Belum bosan menulis puisi tentang pantai nan indah. Masih ingin kutulis lagi beberapa bait darinya. Puisi tentang pantaiku yang ku rekam lewat puisi. Indahnya Pantaiku Indahnya pantai ku menghampar luas pada pandangan ada pasir berbatu-batu di disentuh ombak dari lautan. berada di pantai indah teringat diriku pada Tuhan betapa dia telah memberikan Segenap yang dinamakan keindahan. Pantaiku, Pantai Indonesia Parangtritis dan Pangandaran Debur ombaknya amat menawan Menghiasi Ibu Pertiwi nusantara yang selalu di hati. seluruh pantai Indonesia. semuanya amatlah indah Mari kita jaga bersama agar Lestari sepanjang masa. Puisi Pantai dan Aku Aku selalu rindu pulang ke laut. mungkin karena aku begitu cinta dengan laut. karena memang laut selalu memberikan keindahannya. Puisi ini adalah puisi pantai dan aku. Puisi yang menggambarkan bagaimana hubungan ku dengan pantai. Biarlah dirimu seperti ombak dan diriku seperti Karang meski kau hempas aku berulang-ulang Tetap ini menunggu di tepi. biarlah diriku seperti ombak yang datang lalu pergi perginya akan tetap kembali Walaupun pantai semakin sepi. Ombak Dan Pantai Kita adalah dua asing yang saling mengenal satu sama lain Bercerita tanpa lelah Tapi hati Kini membelah. Aku ingin seperti pantai yang setiap ada ombak tak pernah dia melepaskan selalu bersama sepanjang zaman. Jejak Di Pantai Mari kita berjalan lagi di atas pasir yang putih kita tinggalkan jejak jejak di pantai untuk ombak yang datang. mari kita duduk lagi sambil merenung di tepi pantai meninggalkan segala rasa biar bahagia yang tersisa. Siulan Pantai Bagaimana aku menggambarkan senja merah di tepi pantai langitnya yang membiru kini mulai keemasan. ada debur ombak yang bergemuruh diantara nyanyian camar nelayan sibuk menambatkan perahu kecil ke tepian. . . Itulah beberapa puisi tentang pantai nan indah. Ada yang terdiri dari 2 bait Ada pula yang 4 bait. Semua yang menceritakan tentang keindahan alam. nusantara memiliki kekayaan alam. mulai dari pantainya yang indah, gunungnya yang megah, serta sawah-sawah yang terhampar luas. Jika kita puisikan, maka tidak cukup 1000 kata untuk menggambarkan betapa indahnya Nusantara. Bersyukurlah Atas semua karunia yang Tuhan berikan kepada kita. Dengan menjaganya dari Segala kerusakan. Jagalah kelestarian hutan. Jaga kelestarian lingkungan di sekitar. Bersihkan sampah dari pantai sehingga tetap terpelihara keindahannya. Puisi tentang pantai nan indah ini merupakan cara kita untuk tetap mencintai Alam Raya. menikmatinya dengan segenap rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. lalu menjaganya dari semua kerusakan sampah yang berserakan ataupun dari bahan kimia yang merusakkan. Laut Indonesia memiliki kekayaan yang berlimpah ruah. Mulai dari ikan yang maupun dari keindahan di dalamnya. Banyak wisatawan yang datang dan berlibur di Indonesia hanya sekedar untuk menikmati sajian dari alam semesta ini. Jika kita berwisata ke laut maupun ke pantai Jangan membuang sampah sembarangan. Karena sampah tersebut akan mengotori sehingga pantai tidak lagi sedap dipandang.
PertanyaanCermati teks puisi berikut Ombak memecah di tepi pantai Angin berhembus lemah-lembut Puncak kelapa melambai-lambai Di ruang angkasa awan bergelut Burung terbang melayang Serunai berseru adikku sayang Pelikan bernyanyi berimbang-imbang Sumber google Tema teks puisi di atas adalah….Cermati teks puisi berikut Ombak memecah di tepi pantai Angin berhembus lemah-lembut Puncak kelapa melambai-lambai Di ruang angkasa awan bergelut Burung terbang melayang Serunai berseru adikku sayang Pelikan bernyanyi berimbang-imbang Sumber google Tema teks puisi di atas adalah…. KesunyianKelembutanKemesraanKedamaianKeindahanARMahasiswa/Alumni Universitas IndonesiaJawabantema yang mendasari puisi tersebut adalah tentang yang mendasari puisi tersebut adalah tentang adalah pokok pikiran dasar untuk mengembangkan dan membuat puisi. Puisi tersebut menggunakan pilihan kata yang dapat mendamaikan hati, misalnya ombak, lembut, melambai, melayang, dan bernyanyi. Jadi, tema yang mendasari puisi tersebut adalah tentang adalah pokok pikiran dasar untuk mengembangkan dan membuat puisi. Puisi tersebut menggunakan pilihan kata yang dapat mendamaikan hati, misalnya ombak, lembut, melambai, melayang, dan bernyanyi. Jadi, tema yang mendasari puisi tersebut adalah tentang pemahamanmu bersama Master Teacher di sesi Live Teaching, GRATIS!4rb+Yuk, beri rating untuk berterima kasih pada penjawab soal!
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Malam..bagai gumpalan cahaya yang selalu berubah warnaSepi semakin menepi mencari sunyi mentertawai diriDi kota terlalu bising, aku pengap tak tau harus ke mana Berlari aku ke tepian laut, berada di tepi pantai seperti hantu menggilai irama ombak memojokkan diri Aku terpojok pada pikiranku sendiri menghindari keramaian, membutuhkan sunyi untuk kunikmati maknanyaMalam hening membisikkan rindu yang kugantungkan di ujung senjaLalu ku dengar merdu alam semesta menyanyikan lagu untukku Hatiku tenang dan aku terhanyut pada buaian angin malam yang menghempas mesra di tubuhku Ah jiwa... betapa rapuh dirimu hingga harus menemui ombak, menepi di pantai, menikmati angin sepoi, mendekap dingin dalam cumbuan cahaya malamTapi ingatkah engkau bahwa malam pasti berujung, bergegaslah hampiri tempatmu semestinya bukan termenung di tepian air bergelombang yang kapan saja bisa menggulungmu Pulanglah...Malam telah larut*Lina_HafsLombok Lihat Puisi Selengkapnya
PembahasanMajas merupakan salah satu unsur untuk mendapatkan kepuitisan dalam puisi. Penggunaan majas dalam puisi menyebabkan puisi menjadi menarik perhatian, menimbulkan kesegaran, dan menimbulkan kejelasan gambaran angan. Jehis-jenis majas dalam puisi di antarany Metafora adalah kiasan langsung, artinya benda yang dikiaskan itu tidak disebutkan. Jadi, ungkapan itu langsung berupa kiasan. Sebagai contoh lintah darat, bunga bangsa, kambing hitam, bunga sedap malam. Perbandingan atau perumpamaan adalah majas yang menyamakan satu hal dengan hal lain dengan menggunakan kata-kata pembanding bagai, sebagai, bak, seperti, semisal, serupa, serasa, seumpama, laksana, sepantun, penaka, dan se . Personifikasi adalah mempersamakan benda dengan manusia, benda-benda mati dibuat dapat berbuat, berpikir seperti manusia. Hiperbola adalah majas yang berlebih-lebihan. Penyair perlu melebih-lebihkah sesuatu yang dibandingkan agar mendapat perhatian dari pembaca. Sinekdoki adalah menyebutkan sebagian untuk maksud keseluruhan atau menyebutkan keseluruhan untuk maksud sebagian. lroni adalah kata-kata yarig bersifat berlawanan untuk memberikan sindiran. Majas ironi sering digunakan dalam puisi pamlet, demonstrasi, dan kritik sosial. Repetisi adalah bentuk gaya pengulangan dengan menampilkan pengulangan kata atau kelompok kata yang sama. Kata atau kelompok kata yang diulang ke dalam repetisi bisa terdapat dalam satu kalimat atau lebih, dan berada pada posisi awal, tengah, atau di tempat lain. Puisi "Di Tepi Pantai" menggunakan Majas Personifikasi karena mempersamakan benda dengan manusia, benda-benda mati dibuat dapat berbuat, berpikir seperti manusia, seperti tampak pada kata "Puncak kelapa melambai-lambai dan Angin berembus lemah lembut". Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah pilihan merupakan salah satu unsur untuk mendapatkan kepuitisan dalam puisi. Penggunaan majas dalam puisi menyebabkan puisi menjadi menarik perhatian, menimbulkan kesegaran, dan menimbulkan kejelasan gambaran angan. Jehis-jenis majas dalam puisi di antarany Metafora adalah kiasan langsung, artinya benda yang dikiaskan itu tidak disebutkan. Jadi, ungkapan itu langsung berupa kiasan. Sebagai contoh lintah darat, bunga bangsa, kambing hitam, bunga sedap malam. Perbandingan atau perumpamaan adalah majas yang menyamakan satu hal dengan hal lain dengan menggunakan kata-kata pembanding bagai, sebagai, bak, seperti, semisal, serupa, serasa, seumpama, laksana, sepantun, penaka, dan se. Personifikasi adalah mempersamakan benda dengan manusia, benda-benda mati dibuat dapat berbuat, berpikir seperti manusia. Hiperbola adalah majas yang berlebih-lebihan. Penyair perlu melebih-lebihkah sesuatu yang dibandingkan agar mendapat perhatian dari pembaca. Sinekdoki adalah menyebutkan sebagian untuk maksud keseluruhan atau menyebutkan keseluruhan untuk maksud sebagian. lroni adalah kata-kata yarig bersifat berlawanan untuk memberikan sindiran. Majas ironi sering digunakan dalam puisi pamlet, demonstrasi, dan kritik sosial. Repetisi adalah bentuk gaya pengulangan dengan menampilkan pengulangan kata atau kelompok kata yang sama. Kata atau kelompok kata yang diulang ke dalam repetisi bisa terdapat dalam satu kalimat atau lebih, dan berada pada posisi awal, tengah, atau di tempat lain. Puisi "Di Tepi Pantai" menggunakan Majas Personifikasi karena mempersamakan benda dengan manusia, benda-benda mati dibuat dapat berbuat, berpikir seperti manusia, seperti tampak pada kata "Puncak kelapa melambai-lambai dan Angin berembus lemah lembut". Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah pilihan D.
puisi ombak di tepi pantai